Jumat, 04 Maret 2011

Keindahan

Keindahan. Keindahan menggambarkan tentang sesuatu yang elok , seperti pada pagi hari matahari terbit yang dilihat dari pantai (Sunrise) , matahari tenggelam (sunset) sungguh elok dan indah. Banyak hal dan kata yang bisa menggambarkan keindahaan. Begitu agung ciptaan sang ESA .

Disini saya akan membahas tentang keindahan pada wanita. Tuhan menciptakan manusia pria dan wanita, menurut saya semua wanita itu memiliki keindahannya masing , dengan keindahannya itulah wanita memliki daya tarik terhadap lawan jenisnya (pria). Ada wanita yang membangga-banggakan keindahannya dan menjaga keindahaannya dengan berlebih-lebihan sampai-sampai tidak mau sedikitpun kulitnya terluka. Ada pula wanita yang dengan bangganya memperlihatkan "keindahaannya" untuk dilihat oleh semua orang, ini adalah hal yang salah! Sangat jelas di al-qur'an dituliskan bahwa wajib hukumnya menutup aurat (Qs : An nuur-31).
Tetapi semua itu kembali lagi kepada siapa yang melihat keindahan itu sendiri "beauty is in the eye of the beholder"

Kesusatraan

Pada dasarnya sastra bukanlah sebuah ilmu melainkan adalah sebuah cabang seni yang sangat ditentukan oleh faktor manusia dan penafsiran, khususnya masalah perasaan, semangat,dan kepercayaan. Sedangkan dalam bahasa Indonesia kesusastraan mempunyai arti sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Seperti yang sudah sering kita dengar, pelajari, maupun kita ketahui karya sastra terbagi menjadi beberapa jenis sepert, puisi, prosa cerita, dan drama. Mengingat bahwa saat ini perkembangan didalam dunia sastra sangat pesat, sehingga terjadi pembatasan yang tipis antara sastra imajinatif yang berisikan tentang khayalan atau sesuatu yang tidak nyata dan non imajinatif yang berisi fakta atau biasa disebut dengan kenyataan.
Adapun beberapa bentuk dari sastra imajinatif seperti:
  •       Fiksi, yang termasuk dalam fiksi adalah novel, cerpen, dan roman.
  •       Drama, yang terbagi menjadi drama prosa dan drama puisi.
Sedangkan bentuk daro sastra non imajinatif seperti:
  •       Biografi yaitu cerita tentang hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain.
  •       Otobiografi yaitu sebuah biografi yang ditulis oleh tokohnya sendiri.
  •       Sejarah, adalah cerita tentang zaman lampau suatu masyarakat yang berdasarkan pada sebuah sumber tertulis maupun tidak tertulis.

Sumber : agsuyoto.files.wordpress.com

Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa suka atau rasa sayang, ataupun sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada seseorang atau menaruh betas kasih. Maka dari itu arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih dapat memperkuat rasa cinta.
Walaupun telah dikatakan bahwa cinta dan kasih memiliki arti yang hampir sama, antara cinta dan kasih tentu memiliki perbedaan, salah satunya adalah cinta merupakan perasaan yang amat mendalam sedangkan kasih yang nyata dapat diwujudkan melalui rasa cinta tersebut.
Bentuk dari cinta kasih adalah memberi  bukan menerima, maksud dari memberi disini adalah memberi berbagai hal yang bersifat manusiawi bukan materi. Misalnya, rasa tanggung jawab , kesetiaan, kejujuran, perhatian, pengertian, dan yang paling penting adalah pengenalan. Karena melalui pengenalan yang baik cinta kasih dapat berjalan dengan baik pula.
Secara umum cinta memiliki 3 unsur yang amat penting yaitu, keterikatan, kemesraan, dan keintiman. Secara umum pengertian keterikatan dapat dikatakan sebagai adanya perasaan untuk seseorang yang dicintai. Unsur ketiga yaitu kemesraan dapat diwujudkan dengan perasaan kangen atau rindu, adanya perasaan untuk selalu bersama dan saling menyayangi satu sama lain. Dan unsur yang terakir adalah keintiman yaitu, sebuah perasaan yang mengatakan bahwa diantara satu sama lain sudah tidak ada jarak lagi , ibaratnya “kamu dan aku adalah satu”.

Kebudayaan yang dibanggakan

Kebudayaan manakah yang saya sukai? Jawaban saya adalah kebudaayan Bali.
Mengapa saya menyukai kebudayaan Bali? Karena di Bali masih sangat kental aroma kebudayaan Hindunya, didalam agama Hindu ada yang namanya hari raya nyepi yang rangkaiannya seperti berikut :

1. Tawur, Pengrupukan, dan Melasti.

Sehari sebelum Nyepi, umat Hindu melaksanakan upacara Butha Yadnya di perempatan jalan dan lingkungan rumah masing-masing, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis "Caru" menurut kemampuannya. 

Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisudha Bhuta Kala, dan segala 'leteh' (kotor), semoga musnah semuanya.

Setalah mecaru dilanjutkan dengan upacara pengerupukan, yaitu : menyebarkan nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan,

Khusus di Bali, pada pengrupukan ini biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Bhuta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya yaitu mengusir Bhuta Kala dari lingkungan sekitar.

Selanjutnya dilakukan Melasti yaitu menghanyutkan segala leteh (kotor) ke laut, serta menyucikan "pretima". Dilakukan di laut, karena laut dianggap sebagai sumber Tirtha Amertha (Dewa Ruci, dan Pemuteran Mandaragiri). 

2. Nyepi

Keesoka harinya, tibalah Hari Raya Nyepi. Pada hari ini dilakukan puasa/peberatan Nyepi yang disebut Catur Beratha Penyepian dan terdiri dari; amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Beratha ini dilakukan sejak sebelum matahari terbit.

3. Ngembak Geni

Terakhir dari perayaan Hari Raya Nyepi adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada tangal ping pisan (1) sasih kedasa (X). Pada hari Inilah tahun baru Caka tersebut dimulai. Umat Hindu bersilahturahmi dengan keluarga besar dan tetangga, saling maaf memaafkan (ksama), satu sama lain. 

Budaya seperti inilah yang saya bangga-banggakan, karena dengan keunikan budaya seperti ini Bali mempunyai daya tariknya tersendiri selain daya tarik dari pantainya. Dengan inilah wisatawan domestik dan nondomestik berdatangan ke Bali.

Sumber:http://www.balichemist.com/infokes/budaya_bali.html